Sunday, February 3, 2013

What Its Means to be Chemical/ Process Engineer?


Teknik kimia atau orang sekarang lebih sering menyebut dengan istilah teknik proses merupakan sebuah cabang ilmu yang memiliki jangkauan yang cukup luas. Dengan ilmu tersebut, kita bisa masuk ke area-area seperti : electrical, pharmaceutical, agribusiness, petroleum, environment dan masih banyak lagi.

What its Focus?
Seperti sebutannya, teknik proses, ilmu ini berhubungan langsung dengan cara pengolahan bahan mentah, yang pada mulanya memiliki nilai guna yang rendah/ belum bisa dimanfaatkan secara langsung. Melalui serangkaian proses yang dirancang oleh seorang insinyur proses, sehingga pada akhirnya bisa memberikan nilai tambah pada produk yang dihasilkan.
Contohnya saja adalah pupuk. Banyak pabrik yang ada di Indonesia membuat pupuk dari udara dan gas alam. Sesuatu yang mungkin tak tampak bagi mata kita, karena berbentuk gas. Setelah melewati proses sedemikian rupa, gas yang merupakan bahan mentah tadi, dijadikan sebuah butiran berbentuk spheric yang bisa digunakan untuk menyuburkan tanah.
Suasana pabrik pupuk Kaltim di Malam hari
Contoh seperti di atas merupakan sebuah hal yang cukup klasik untuk menjelaskan tugas seorang insinyur kimia. Namun, jika menilik di sekitar kita. Lihatlah, baterai yang kita gunakan pada hp atau laptop kita, bahan kosmetik, shampoo, minuman bersoda, obat-obatan dan lain sebagainya. Semua pada mulanya berasal dari bahan mentah yang memiliki nilai guna yang rendah, namun setelah melalui sebuah proses yang terukur dan cermat, pada akhirnya menjadi sebuah produk yang tidak hanya memiliki nilai guna yang lebih tinggi dibandingkan jika sebelum diolah, tetapi juga memiliki “niche application”, sebuah pembeda dengan barang yang lain. Inilah sedikit cerminan dari ilmu ini yang sekarang, sehingga pada akhirnya timbulah istilah process engineering.           

Basic Science Learned by Chemical/ Process Engineer
Ada tiga setidaknya ilmu dasar yang wajib dikuasai oleh seorang insinyur proses: "chemical reaction engineering", "transport phenomena" dan "interfacial engineering". Ketiga ilmu ini tidak bisa berdiri sendiri, namun memiliki keterkaitan satu sama lain yang tidak bisa dipisahkan.

Teknik reaksi kimia bisa dikatakan merupakan inti yang harus dikuasai oleh seorang insinyur proses. Hampir seluruh proses yang ada dalam industry menggunakan reaksi kimia untuk menghasilkan sebuah produk yang diinginkan. Reaksi kimia bisa terjadi apabila molekul-molekul reaktan bisa bertemu atau kontak satu sama lain. Bagaimana cara kita mengkontakkan satu molekul dengan yang  lain, bisa kita pelajari dalam transport phenomena, melalui cara yang disebut konveksi maupun difusi. Namun, tentu saja cara material tersebut berpindah akan sangat dipengaruhi sifat fisika maupun kimia dari material tersebut. Misalkan, kita tidak akan bisa mengendapkan partikel berukuran kecil, kurang lebih 1 micrometer, karena gaya interaksi antar molekul masih lebih dominan dibanding dengan gaya gravitasi. Interaksi yang dimaksud adalah interaksi antar permukaan partikel, yang disebabkan oleh adanya muatan yang dimiliki oleh partikel. Tentu saja banyak konsekuensi dan problematic akibat peristiwa ini, yang akan berhubungan dengan pengambilan sebuah keputusan terkait desain proses. Disini dibutuhkan pemahaman yang tercakup dalam interfacial engineering.

Challenge
Perkembangan teknologi yang sedemikian pesat telah memicu banyak insinyur proses untuk dapat menghasilkan proses dengan tingkat efisiensi yang tinggi melalui cara intensifikasi proses maupun optimalisasi. Intensifikasi proses memberikan jalan kepada kita untuk menjalankan berbagai macam proses dalam satu alat. Contohnya saja, distilasi reaktif. Alat ini berfungsi sebagai alat pemisah sekaligus reactor. Dalam industry obat-obatan, kita kenal sebuah proses alternative yang disebut drying with atomization. Dengan alat ini, phasa liquid akan langsung diubah menjadi fasa solid, tanpa melalui proses kristalisasi maupun separasi. Contoh lain yaitu penggunaan monolith, sebagai sebuah reactor biokatalitik, dan masih banyak hal yang lain sebagainya.
Tentu saja, intensifikasi proses akan memperkecil biaya investasi maupun penggunaan tempat sebagai proses industri, yang tentu saja akan mempengaruhi image terhadap chemical industry itu sendiri di masa depan.

Transforming chemical plant

No comments:

Post a Comment

Leave your comment, any urgent message please mail me !