Monday, December 12, 2016

Power Generation : Komponen dalam Gas Turbine Generator

Kali ini saya akan membahas mengenai cara kerja gas turbine generator, atau disingkat GTG. 
GTG, sesuai namanya adalah sebuah turbin yang digerakkan oleh gas hasil pembakaran untuk menghasilkan listrik. GTG ini sering dipakai di proses pengolahan oil and gas upstream karena konsumsi listrik yang besar. Bayangkan saja, pada pengolahan oil and gas upstream, dibutuhkan pompa atau kompresor besar untuk menginjeksi fluida balik ke dalam sumur dalam upaya untuk mempertahankan tekanan dalam sumur. Ingat, pompa atau kompresor tersebut harus bisa melawan tekanan sumur, yang tekanannya bisa lebih dari 100 bar, maka dibutuhkan peralatan dengan kapasitas yang besar pula. Sehingga mendorong konsumsi energi yang juga tinggi   

Gas Turbine Generator
Selain itu, peralatan yang juga mengkonsumsi listrik besar adalah pompa atau kompresor eksport untuk mentransfer produk. Letak plant oil and gas upstream yang biasanya di daerah terpencil membutuhkan pompa atau kompresor yang juga berkapasitas besar untuk dapat mentransfer produk untuk proses pengolahan selanjutnya. Jaraknya bisa mencapai ratusan kilometer. Hingga, acapkali dibangun beberapa stasiun di sepanjang perpipaan untuk meningkatkan tekanan fluida sehingga produk tersebut bisa sampai ke plant selanjutnya.


Dari kesemuanya itu, dibutuhkan sebuah generator listrik skala besar untuk dapat menghidupkan berbagai peralatan tersebut, yakni GTG. Cara lain untuk mengurangi jumlah konsumsi energi adalah dengan mengganti sumber energi, misalkan listrik diganti dengan gas hasil pembakaran, biasanya yang menggunakan cara ini adalah untuk mentransfer gas, atau dipakai engine gas compressor (EGC). Semua pilihan tersebut didasarkan pada desain electrical philosopy plant yang dibangun.

GTG berfungsi untuk memproduksi listrik yang nantinya dipakai oleh alat-alat, semisal pompa, kompressor dll. Mari kita lihat bagian GTG dibawah:
GTG

Pada bagian belakang kita lihat ada beberapa alat yang dijelaskan sebagaimana berikut

Sunday, December 4, 2016

Oil and Gas Industry : Proyek Migas Indonesia yang Masuk Fase Akhir Konstruksi di 2016-2017

Sejumlah proyek oil and gas di Indonesia saat ini sedang dalam proses pengerjaan. Ada beberapa yang telah memasuki fase akhir, ada juga yang masih fase awal. Pada kesempatan ini, kita akan membahas mengenai proyek oil and gas di Indonesia yang tengah memasuki fase akhir konstruksi, untuk kemudian akan masuk ke fase produksi.

Meskipun harga minyak dunia sedang turun, Indonesia memiliki setidaknya dua proyek oil and gas yang saat ini berada dalam fase commissioning. Dua proyek tersebut adalah proyek Jangkrik dan proyek gas di Blok A.

Proyek Jangkrik
Proyek Jangkrik adalah proyek pembuatan floating production unit (FPU) yang dikerjakan oleh Saipem-Tripatra-Chiyoda (STC) dengan kliennya adalah ENI Indonesia. Nantinya, FPU Jangkrik akan dikirim ke Muara Bakau di Kalimantan. FPU Jangkrik ini nantinya akan memproduksi gas sebanyak 450 MMSCFD yang akan dikirim ke Bontang dan 4400 BPD condensat yang dikirim ke Senipah Plant. Nilai kontrak proyek Jangkrik ini adalah sebesar $1.1 billion dollar atau hampir mencapai 15 trilyun rupiah. Sebuah angka yang cukup fantastis

Proyek Jangkrik merupakan proyek laut dalam pertama yang dikerjakan di Indonesia. Hull untuk Jangkrik sendiri dibuat oleh Hyundai Heavy Industries (HHI), yakni perusahaan asal Korea Selatan. Sedangkan, untuk modulnya sendiri dikerjakan oleh STC-JO.
Jangkrik Field at Muara Bakau Block
Proyek ini dijadwalkan akan "Sail Away" pada bulan Maret 2017 dan akan mulai beroperasi diperkirakan pada Juni/Juli 2017. Jika dilihat pada peta diatas, menunjukkan lapangan operasi Jangkrik yang berada pada 70 km dari pantai Kalimantan. Ada dua tempat yang akan dieksplorasi oleh ENI menggunakan FPU Jangkrik ini, yakni jangkrik North East (NE) dan Main.

Saturday, December 3, 2016

Oil and Gas Industry : Aktor yang Berperan di Indonesia

Sudah sedikit dijelaskan dalam tulisan pendahuluan dengan judul :

A to Z About Oil and Gas Industry


mengenai konsep industri migas yang ada di dunia. Kali ini, kita akan sedikit fokus untuk mengupas siapa saja aktor yang berperan di industri ini khususnya yang ada di Indonesia.

Mari kita tengok kembali rantai migas mulai dari upstream hingga downstream, beserta para pemain yang ada di dalamnya :


Jika kita lihat pada skematik diatas, dapat kita ketahui rantai migas yang dikelompokkan menjadi dua: upstream dan downstream. Upstream ini adalah suatu jenis pekerjaan yang dikaitkan dengan proses untuk mendapatkan/mengekstraksi minyak dari perut bumi hingga didapatkan produk mentah, seperti minyak dan gas bumi yang nantinya diolah ulang untuk menghasilkan nilai lebih. Downstream adalah upaya untuk mengkonversi minyak dan gas bumi yang dihasilkan dalam proses di upstream menjadi beragam produk dan mendistribusikannya. Namun, proses yang mengolah hasil dari proses downstream, menjadi bahan dasar seperti pabrik petrokimia bukan termasuk bagian dari proses downstream ini. Proses downstream, lebih mencakup kepada proses penyulingan/refinery dan distribusi bermacam produk hasil proses penyulingan tersebut. Meskipun begitu, ada juga pabrik penyulingan yang memproduksi bahan dasar petrokimia.